![]() |
| Inilah Tokoh Pembuat Tamiya Mainan Anak Anak Tahun 90-an |
Yoshio memutuskan untuk membentuk divisi miniatur kayu. Lima tahun kemudian, ia berani "berjudi" dengan menutup pabrik penggergajian kayu. Perusahaannya mengubah fokus membuat benda-benda miniatur dari kayu.
Perjudian itu membuahkan hasil. Sejumlah miniatur kapal, mobil, dan tank buatan perusahaan Yoshio meledak laris di pasaran Jepang pada periode 1950-an. Tak ingin terlena dengan kesuksesan yang baru diraih, Yoshio yang menarget pasar dunia mulai beralih ke plastik sebagai bahan produksi utama.
Ia lalu mendirikan Tamiya Plastic Kogy pada 1962. Nilai investasi yang digelontorkan tak main-main: 4 juta Yen. Produk-produk Tamiya kemudian mulai diekspor ke berbagai negara dan mendapat sorotan dalam Germany Nuremberg Toy Fair 1968.
Tahun 1977, terjadi perubahan penting di pucuk kepemimpinan dinasti Tamiya. Yoshio menyerahkan kekuasaannya kepada sang anak, Shunsaku Tamiya, yang naik takhta menjadi Presiden dan Direktur Eksekutif perusahaan.
Pergantian kepemimpinan ini tak lain karena usia Yoshio yang telah sepuh saat itu (72 tahun). Shunsaku juga dianggap dapat membawa angin segar bagi perusahaan yang terus membutuhkan inovasi untuk bersaing dengan perusahaan-perusahaan mainan lain yang berusaha merebut pasar Tamiya.
Shunsaku berhasil meneruskan kesuksesan sang ayah. Bisa dibilang, kepemimpinannya pada tahun 1980-an merupakan masa-masa emas bagi perusahaan. Pada 1982, dengan terobosan membuat mobil Mini 4WD (4-Wheel Drive) rakitan, Shunsaku memulai sebuah dinasti dalam pasar mobil mainan dunia melalui pendirian Tamiya, Inc.
Prediksi Togel Singapura Hingga masuk era milenium, Tamiya terus bertahan. Pada 2008, Shunsaku menyerahkan kursi kepemimpinan kepada sang menantu, Masyuki Tamiya. Meski tak mendominasi seperti dulu, popularitas Tamiya masih tetap diperhitungkan hingga kini.
Pada 1 Mei lalu, sang Presiden Tamiya, Masyuki Tamiya, meninggal dunia. Kepergiannya menjadi duka bagi para pecinta Tamiya di seluruh dunia.


0 comments:
Post a Comment