Thursday, June 29, 2017

AGEN CASINO ONLINE

Karena Miskin Warga Nepal Hampir semua Menjual satu Ginjal

Karena Miskin Warga Nepal Hampir semua Menjual satu Ginjal
Karena Miskin Warga Nepal Hampir semua Menjual satu Ginjal
Inilah kisah tentang Desa Hokse yang terletak di Nepal dimana hampir seluruh penduduknya telah menjual satu di antara ginjalnya. Oleh sebab itu, desa ini disebut dengan 'Kidney Valley' alias 'Lembah Ginjal.'

pangkalnya, tak lain dan tidak bukan, adalah kemiskinan. Broker organ manusia secara teratur mengunjungi desa dan meyakinkan pendudukan yang miskin untuk menjual satu ginjalnya.

Mereka, para broker itu, menggunakan berbagai cara untuk meyakinkan penduduk supaya mau pergi ke India melakukan operasi pengambilan ginjal. Para broker itu mengatakan kepada para penduduk, manusia hanya butuh satu ginjal untuk bertahan hidup.

Tak berhenti sampai situ, mereka juga menambahi, ginjal akan tumbuh kembali setelah beberapa saat. Untuk setiap ginjal, para broker itu biasa menebusnya seharga 2.00 dolar (sekitar Rp 28,6 juta).

Tidak semua pedagang ginjal bersikap baik menunggu persetujuan penduduk untuk menjual ginjalnya. Kadang-kadang korban diculik dan dipaksa untuk menjalani operasi.

Atau, mereka dipaksa untuk percaya, mereka sedang membutuhkan jenis operasi lain, dan ginjal akan dipotong tanpa sepengetahuan mereka. Beberapa korban bahkan dibunuh untuk dua ginjal mereka.

"Selama 10 tahun orang datang ke desa kami mencoba meyakinkan kami untuk menjual ginjal, tapi saya selalu bilang tidak," kata Geetha. Namun seiring bertambahnya keluarganya, ia tetap ingin menyediakan rumah yang lebih layak.

"Saya selalu ingin rumah saya sendiri dan sebidang tanah, dan dengan anak-anak lagi, saya benar-benar membutuhkannya." Dia pun akhirnya pergi bersama kakak iparnya yang seorang broker, ke India, untuk menjalani operasi.

Sayangnya, rumah Gethaa, yang ia bayar menggunakan satu ginjalnya, hancur dilanda gempa yang mengguncang Nepal pada akhir April tahun ini. Bencana itu membuat sebagian besar penduduk desa menjadi tunawisma dan memmbuat mereka beralih ke minuman beralkohol untuk memendam kepedihan mereka.

0 comments:

Post a Comment