Saturday, September 9, 2017

Bocah Asal Indonesia Ini Tewas Di suriah Saat Perang Bersama ISIS
Bocah Asal Indonesia Ini Tewas Di suriah Saat Perang Bersama ISIS
MIMPI4D Hatf Saiful Rasul berusia 11 tahun saat dia mengatakan kepada ayahnya, Syaiful Anam, seorang terpidana kasus terorisme, bahwa dia ingin pergi ke Suriah untuk memperjuangkan ISIS.

bocah itu sebelum pergi ke Suriah merupakan santri di pondok pesantren Ibnu Mas'ud, di Sukajaya, Bogor. Sayang, pada usia 12 tahun dia meninggal saat bertempur bersama ISIS.

Hatf mengunjungi ayahnya di sebuah penjara dengan keamanan maksimum saat libur dari aktivitas di pesantren. Syaiful menuliskan kisah anak dan agamanya dalam esai 12.000 kata yang dipublikasikan secara online.

"Awalnya, saya tidak merespons dan menganggapnya hanya lelucon seorang anak," tulis Syaiful. "Tapi itu menjadi berbeda ketika Hatf menyatakan kesediaannya berulang kali."

Hatf mengatakan kepada ayahnya bahwa beberapa teman dan guru dari pesantren Ibnu Mas'ud telah pergi untuk memperjuangkan kelompok ISIS. "Dan menjadi martir di sana," lanjut tulisan Syaiful.

Syaiful akhirnya setuju untuk membiarkan anaknya pergi ke Suriah. Dalam esainya, pesantren tersebut dikelola oleh "kawan yang berbagi ideologi" dengannya. Hatf pergi ke Suriah bersama sekelompok kerabat pada tahun 2015, bergabung dengan sekelompok militan Prancis.

Reuters berbicara dengan tiga pejabat kontra-terorisme di Indonesia yang mengonfirmasi bahwa anak laki-laki tersebut memang pergi ke Suriah.

Namun, Jumadi, juru bicara pondok pesantren Ibnu Mas'ud, membantah lembaga tersebut mendukung ISIS atau kelompok militan lainnya. Dia juga menyangkal bahwa pesantren mengajarkan interpretasi ekstrem.

Pondok pesantren Ibnu Masud yang telah berdiri selama satu dekade telah diawasi pihak berwenang Indonesia. Kamaruddin Amin, Direktur Jenderal Pendidikan Islam di Kementerian Agama RI, memberikan alasan mengapa pesantren di kaki Gunung Salak ini tidak ditutup. "Ibnu Mas'ud tidak pernah terdaftar sebagai pesantren," katanya.

Prediksi Togel Singapura Pemerintah daerah setempat, ujar Kamaruddin, telah meminta penjelasan mengenai status pesantren itu, tapi tidak pernah mendapat tanggapan.

Jumadi menambahkan, Hatf belajar di pesantren Ibnu Mas'ud, tapi dia tidak tahu tentang riwayat kepergiannya ke Suriah.


0 comments:

Post a Comment