Sunday, May 7, 2017

AGEN CASINO ONLINE

Kisah yang sangat menyedihkan korban tsunami ingin memilih mati, Lihat Disini!!

Kisah yang sangat menyedihkan korban tsunami ingin memilih mati, Lihat Disini!!

Saya dulu sebelum tsunami saya tinggal di merduati, Ucap berlin silalahi (46) yang menjadi korban Tsunami yang digusur dari barak bakoy, Di kecamatan ingin jaya aceh besar mengajukan Permohonan euthanasia atau disuntik mati di pengadilan negeri banda aceh pada hari rabu 3-05-2017.

Karena tak mampu menyekolahkan anaknya kini tasya diasuh oleh kakak ipar berlin agar bisa Melanjutkan pendidikan meskipun berlin mengakui kak iparnya juga bukan orang mampu tetapi Berusaha untuk membantu meringankan penderitaan yang tengah dihadapinya.

Sebelum tsunami sekitar tahun 2002 berlin mempersunting ratna wati di banda aceh setelah menikah Mereka pun memilih menyewa rumah di merduati hingga gempa dan tsunami di banda aceh pada 26 Desember 2004 lalu nyaris memisahkan pasangan yang sangat muda ini .

Sembari merangkak, Dia bangun dari tempat tidur dibantu oleh istrinya ratna wati (40) sejak 2013 Lalu berlin sudah menderita sakit parah sehingga tidak bisa lagi menafkahi anak dan kedua putrinya Yaitu (Tasya maizura (11) Dan Fitria balqis (5).

Dokter telah memvonis berlin silalahi yang menderita radang tulang sehingga menyebabkan kedua Kakinya tak bisa digerakkan secara leluasa selain itu berlin juga menderita penyakit asma akut, Yang Membutuhkan perawatan medis secara rutin.

Berlin dan istrinya pun bekerja sebagai petugas ticketing pada angkutan mini bus l-300 berlin bekerja Diloket flamboyan dan istrinya diloket mandala berlin pernah juga bekerja sebagai mekanik mesin Sepeda motor sebelum tsunami 12 tahun silam.

Saat gempa terjadi mereka lari menyelamatkan diri ke masjid baitul musyahadah yang lebih dikenal Dengan sebutan mastid Tgk Umar di Seutui, kecamatan baiturrah mereka tinggalkan saja sepeda Motor dibawah dan naik kelantai dua masjid untuk menghindar terjangan gelombang dahsyat 12 Tahun silam.

Prediksi Togel Singapura - Karena rumah kontrakannya dimerduati sudah hancur keluarga muda ini pun kemudian pindah Keposko yang dibangun di ule kareng hinggal april 2005 mereka tinggal ditempat penampungan Sementara kawasan ini waktu tsunami 12 tahun silam ditempat yang aman dan tidak di terjang Gelombang tsunami.

Pengungsi sebanyak 18 kk yang digusur sekarang ini diserahkan penangananya kepada regional Badan rehabilitasi dan rekontruksi (BRR) NAD - Nias, Masuk dalam wilayah kabupaten aceh besar Namun mereka juga tidak mendapatkan rumah yang pernah dijanjikan.

0 comments:

Post a Comment