Wednesday, May 31, 2017

AGEN CASINO ONLINE

Mengawetkan Kepala Manusia Di Dalam Toples Sejak Tahun 1841

Mengawetkan Kepala Manusia Di Dalam Toples Sejak Tahun 1841
Mengawetkan Kepala Manusia Di Dalam Toples Sejak Tahun 1841
Mengawetkan jenazah menjadi mumi mungkin terdengar biasa. Tradisi ini sudah lama dipraktekkan di Timur Tengah sejak ratusan tahun yang lalu. Namun apa jadinya jika yang diawetkan cuma kepalanya saja?

 Kepala seorang pembunuh berdarah dingin bernama Diogo Alves diawetkan di dalam sebuah toples.

Menurut Atlas Obscura, kisahnya bermula dari aksi yang dilakukan seorang pembunuh berantai bernama Diogo Alves. Dari tahun 1836 sampai 1839, Diogo menjarah para petani yang melintasi jembatan. Ia kemudian melempar para korban ke sungai.

Dia mengulangi perbuatannya tersebut selama 70 kali. Setelah tiga tahun, ia tiba-tiba menghentikan perbuatannya tersebut dan tak seorang pun yang tahu alasannya. Kala itu polisi justru menyimpulkan adanya korban berjatuhan ditengarai karena aksi bunuh diri.

Lama tak terlihat aksinya, rupanya Diogo membentuk geng rampok dan mulai menargetkan tempat tinggal pribadi. Setelah masuk ke tempat kediaman dokter dan membunuh orang-orang di dalamnya, dia ditangkap dan dijatuhi hukuman mati pada tahun 1841.

Lalu mengapa kepalanya diawetkan dan dijadikan pajangan?

Saat ia digantung, ilmu frenologi tengah menjadi bidang studi yang populer. Ilmu ini mendukung gagasan bahwa otak menyimpan semua aspek kepribadian seseorang di area yang secara fisik berbeda, dan bentuk tengkorak tersebut mencerminkan organisasi internal.

Sifat kepribadian, termasuk jiwa kriminal, bisa dirasakan, diraba dan diukur tepat pada tengkorak seseorang. Oleh sebab itu, kepala Diogo Alves menjadi salah satu bahan penelitian, tapi hanya ada sedikit bukti yang berhasil terkuak. Meski penelitian telah berakhir, kepala Diogo tetap dipajang di laboratorium sampai sekarang.

0 comments:

Post a Comment