Thursday, May 18, 2017

AGEN CASINO ONLINE


Panglima dan menhan dipanggil soal masalah meriam meledak, Lihat Disini !!!


Panglima dan menhan dipanggil soal masalah meriam meledak, Lihat Disini !!!

Anggota komisi I DPR, Elnino Husein Mohi mengatakan insiden meledaknya pucuk meriam giant Bow dari Batalyon Arhanud 1/K di natuna, Provinsi rriau adalah masalah serius elnino meminta Komisi I memanggil TNI Gatot Nurmantyo dan menteri pertahanan Ryamizard Ryacudu untuk Memberikan penjelasan terkait penyebab insiden tersebut.

Elino meminta pemerintah mengkaji ulang pengadaan alutsista bagi TNI, DPr, Kata dia sama sekali Tidak mengetahui mengenai detil produk meriam giant bow namun kabarnya meriam tersebut Merupakan produkan china.

Dia menduga meriam yang dibeli dari china adalah produk bekas hal ini berkaitan dengan Keterlibatan china dalam konflik dilaut china selatan sementara natuna sendiri menjadi benteng Terluar bagi indonesia dalam menghadapi konflik laut di china selatan.

Sebelumnya gladi bersih pasukan pemukul reaksi cepat ( PPRC) Di tanjung datuk natuna provinsi Kepulauan riau pada hari rabu 17-05-2017 pagi yang telah memakan korban jiwa dan empat prajurit TNI meninggal sementara enam lainnya terluka.

Natuna akan dipakai sebagai ujung tombak penyelamatan NKRI dari konflik laut di china selatan dan Dikonflik LCS itu yang berpotensial bermasalah kan china jadi kita ini pakai alat china untuk Hadapain china ya enggak mungkin lah , Ucapnya.

Prajurit tewas adalah danrai kapten arh herubelum dan pratu ibnu hidayat kemudian pratu marwan Dengan luka dikaki serta praka edy yang terluka di pinggang, Sementara korban luka - luka yakni Pratu bayu agung terkena percikan peluru di leher dan paha lalu serda alpredo siahan dan prada danar Yang terluka dibagian paha akibat percikan peluru.

Prediksi Togel Singapura - Kadispenad brigjen TNI denny tuejeh membenarkan peristiwa kecelakaan itu dan menurut dia Kejadian tersebut akibat pembatas samping meriam artileri yang berputar ke kiri dan putar kekanan Hingga tidak dapat dikendalikan.

Kita sangat prihatin dan sesalkan kejadian itu pemerintah mesti kembali melihat bahwa proses Pelaksanaan pengadaan alustista itu dikaji lagi DPR enggak tahu loh itu merk apa harganya berapa Mana DPR hanya sampai disatuan dua saja kayak pembeli meriam.

0 comments:

Post a Comment